KELOMPENCAPIR REBORN DESA PURWODADI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT
Rabu, 30 Juli 2025 di Desa Purwodadi Kecamatan Tebinggi Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, telah di laksanakan Kegiatan Kelompecapir Reborn, tepat nya di TSM Blok A Kadus V Dusun Sido Makmur Desa Purwodadi.
Dalam kegiatan Kelompencapir Reborn tersebut, Telah Di Hadiri oleh Bapak Bupati Tanjung Jabung Barat Bapak Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag beserta Jajaranya, Dinas Pekebunan, Perwakilan TVRI Jambi, KAJARI Tanjab Barat, DANDIM 0419, KA. Bulog, Staf Ahli, Kepala OPD Tanjab Barat, KABAG Tanjab Barat, Kapolsek Tebing Tinggi, Camat Tebing Tinggi, Pimpinan Perusahaan, Kades/Lurah Se kec. Tebing Tinggi, Petani/Nelayan, Masyarakat Desa Purwodadi dan Beberapa Tamu Undangan Lainya.
Dalam kegiatan tersebut Bupati Tanjung Jabung Barat, telah mengunjungi beberapa Stand UMKM yang telah di sediakan panitia pelaksana, di lanjutkan dengan memanen cabai di salah satu kebun milik warga Desa Purwodadi, dan di lanjutkan dengan diskusi Bersama team Penyuluh, Kelompok Tani, dan Beberapa element dari Masyarakat Desa Purwodadi dan sekitarnya, dalam diskusi tersebut juga di adakan sesi tanya jawab mengenai perkembangan Pertanian dan apa saja yang menjadi masalah dalam Pertanian yang di Jalani oleh Para Petani di Desa Purwodadi dan sekitarnya.
Juga telah di berikan bantuan untuk anak-anak stunting, bantuan alat tani dari Bank 9 Jambi, bantuan untuk kaum duafa dan fakir miskin dari Bank BRI Cabang Kuala Tungkal, bantuan untuk UMKM, Dan beberapa Piagam Penghargaan lainnya.

Kelompencapir adalah singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa. Ini adalah kegiatan pertemuan rutin yang diadakan untuk petani dan nelayan di Indonesia, yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan nelayan melalui berbagai diskusi dan kegiatan seperti cerdas cermat tentang pertanian.
Kelompencapir juga berperan dalam membantu Indonesia mencapai swasembada pangan, bahkan meraih penghargaan dari FAO pada tahun 1984.
Secara lebih rinci, Kelompencapir:
Merupakan forum pertemuan:
Petani dan nelayan dari berbagai daerah berkumpul untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Mencakup berbagai kegiatan:
Diskusi, tanya jawab, dan cerdas cermat seputar pertanian dan perikanan menjadi inti kegiatan ini.
Mendorong peningkatan pengetahuan:
Kelompencapir membantu petani dan nelayan memahami teknik pertanian yang lebih baik, penggunaan pupuk yang efektif, dan informasi penting lainnya.
Berperan dalam swasembada pangan:
Program ini menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian swasembada pangan di Indonesia.
Memiliki nilai sejarah:
Kelompencapir menjadi bagian dari sejarah pembangunan pertanian di Indonesia pada masa lalu.